Terkuaknya Rahasia Setan ternyata tak Gaib
Ah, masa sih ? Iya ! Sumpe lo ? Beneran ! Setan ternyata tidak pernah gaib dari duluuuuu..… Mau tahu penjelasannya ..?, ..mau tahu….? tunggu setelah yang satu ini, alhamdu….. ? Insya …. ? Halah ..kesuwen.
Begini mas Bro ‘n’ mbak Sis, mari sini, saya akan coba jelaskan duduk perkaranya. Silahkan perkara, eh., maksud saya silahkan duduk dulu. Monggo….
Mengapa saya berani-beraninya menyatakan perkara yang amat sangat menentang arus opini umum seperti ini. Tentu saja saya juga awalnya mulur mungkret, maju mundur, tetapi saya sudah tidak sanggup lagi untuk tidak mengungkapkannya.
Berbekal kepada keyakinan saya akan firman Ilahi berikut :
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (Al Baqarah : 208)
Kata yang dibold di atas pasti maknanya tidak akan meleset bahwa yang disebut nyata selalu bermakna kongkret (lawan kata gaib) tidak mungkin berarti setengah terlihat ataupun bisa terlihat bisa tidak. Berangkat dari sini kemudian saya temukan pula :
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (Al Maidah : 90)
Kalau perbuatannya begitu kongkret, apa iya, pelakunya tidak kongkret (gaib). Kontradiksi yang mustahil.
Sekarang mari kita masuk lebih dalam lagi, … lebih dalam lagi…. Baik, ini sudah cukup dalam, kita lanjut ya.. sssst !..tapi janji, jangan bilang siapa-siapa, ini rahasia kita berdua saja, lho…!
Di situ disebut ada empat predikat yaitu : meminum khamr, berjudi, berqurban untuk berhala dan mengundi nasib dengan panah adalah termasuk predikat (perbuatan) setan maka dengan demikian cukup sudah untuk dapat kita katakan bahwa subyeknya pastilah ….yak,tepat sekali – Syaithon – itulah sebutan pelaku empat perbuatan tersebut di atas. Kongkret ! Tidak gaib.
Masih kurang puas ? Baik saya ingatkan kembali kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail saat menjelang pelaksanaan penyembelihan itu, muncul manusiasetan/setanmanusia hendak menggagalkan prosesi tersebut. Perhatikan baik-baik! Apa yang dilakukan kedua nabi tersebut ? Melempari setan/manusia itu dengan benda kongkret (batu) yang tenyata sangat manjur mengusir sang penggoda setan berwujud manusia betulan. Kongkret ! Benjol ! Bener – bener kongkret benjolnya…
…enak, to ?..benjol, to ? ..mantep, to ? I love you full.
Ah, masa sih ? Iya ! Sumpe lo ? Beneran ! Setan ternyata tidak pernah gaib dari duluuuuu..… Mau tahu penjelasannya ..?, ..mau tahu….? tunggu setelah yang satu ini, alhamdu….. ? Insya …. ? Halah ..kesuwen.
Begini mas Bro ‘n’ mbak Sis, mari sini, saya akan coba jelaskan duduk perkaranya. Silahkan perkara, eh., maksud saya silahkan duduk dulu. Monggo….
Mengapa saya berani-beraninya menyatakan perkara yang amat sangat menentang arus opini umum seperti ini. Tentu saja saya juga awalnya mulur mungkret, maju mundur, tetapi saya sudah tidak sanggup lagi untuk tidak mengungkapkannya.
Berbekal kepada keyakinan saya akan firman Ilahi berikut :
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (Al Baqarah : 208)
Kata yang dibold di atas pasti maknanya tidak akan meleset bahwa yang disebut nyata selalu bermakna kongkret (lawan kata gaib) tidak mungkin berarti setengah terlihat ataupun bisa terlihat bisa tidak. Berangkat dari sini kemudian saya temukan pula :
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (Al Maidah : 90)
Kalau perbuatannya begitu kongkret, apa iya, pelakunya tidak kongkret (gaib). Kontradiksi yang mustahil.
Sekarang mari kita masuk lebih dalam lagi, … lebih dalam lagi…. Baik, ini sudah cukup dalam, kita lanjut ya.. sssst !..tapi janji, jangan bilang siapa-siapa, ini rahasia kita berdua saja, lho…!
Di situ disebut ada empat predikat yaitu : meminum khamr, berjudi, berqurban untuk berhala dan mengundi nasib dengan panah adalah termasuk predikat (perbuatan) setan maka dengan demikian cukup sudah untuk dapat kita katakan bahwa subyeknya pastilah ….yak,tepat sekali – Syaithon – itulah sebutan pelaku empat perbuatan tersebut di atas. Kongkret ! Tidak gaib.
Masih kurang puas ? Baik saya ingatkan kembali kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail saat menjelang pelaksanaan penyembelihan itu, muncul manusiasetan/setanmanusia hendak menggagalkan prosesi tersebut. Perhatikan baik-baik! Apa yang dilakukan kedua nabi tersebut ? Melempari setan/manusia itu dengan benda kongkret (batu) yang tenyata sangat manjur mengusir sang penggoda setan berwujud manusia betulan. Kongkret ! Benjol ! Bener – bener kongkret benjolnya…
…enak, to ?..benjol, to ? ..mantep, to ? I love you full.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar