Minggu, 25 November 2012

Qurbannya Dua Putra Adam as



'Tradisi' qurban sebenarnya dimulakan jauh sebelum masa Ibrahim dan Ismail As. Adalah moyang manusia sedunia yang mengawali instruksi itu - atas perintah Allah tentu - untuk kedua putranya Habil dan Qabil. Konon dikisahkan bahwa Habil mengurbankan hasil ternaknya yang terbaik sedang Qabil menyerahkan hasil ladang restan (sortiran setelah yang berkualitas dipisahkan)

Sehingga ketika hasil 'audit' dipublikasikan hanya qurban yang baik yang Allah terima (qurban Habil) dan sebaliknya qurban yang tidak lolos kualifikasi ditolak Allah (qurban Qabil) Betapa kecewanya Qabil mengetahui hal itu sampai keluar statemennya, "Aku akan membunuhmu !" dst...

Kalau kita mau menelaah lebih dalam Habil dan Qabil, keduanya sama-sama 'orang baik-baik' hanya sedikit berbeda dalam menyusun skala prioritas jika Habil melihat kepentingan bisnisnya sebagai sarana ibadah saja sedang Qabil menempatkan bisnisnya pada prioritas utama.

Siapakah kita, Habil atau Qabil ? Mari bercermin pada kisah dua putra Adam ini.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar